Archive for April 20th, 2009

Empat Kuadran Kuliner dan Aplikasinya dalam Bisnis (2 – Price Comparative)

2. Price Comparative (P) — mana yang paling murah?

Seperti hukum sebab-akibat, konsekuensi logis yang terjadi ketika manusia dihadapkan pada beberapa pilihan adalah terjadinya perbandingan. Manusia secara naluriah akan membandingkan beberapa opsi yang dia miliki dengan memilih yang paling menguntungkan untuknya.

Pada kaitannya dalam bisnis kuliner, calon konsumen akan cenderung membandingkan pilihan yang mereka punya dengan titik berat pada segi harga, apabila jenis makanan/minuman yang diperbandingkan adalah sejenis.

Contoh sederhana kondisi ini adalah ketika seorang calon konsumen sedang berada di foodcourt di sebuah mall, dimana gerai-gerai yang ada menjual makanan yang mirip-mirip; misalnya nasi ayam. Mungkin sudah perbedaan pada varian menu ayam tersebut (ayam bakar/ayam goreng/ayam goreng tepung/ayam panggang/ayam crispy, dll), tapi tetap saja secara psikologis, konsumen akan melihatnya sebagai “nasi-ayam” dan kemudian memperbandingkan harga antara satu “nasi-ayam” dengan “nasi-ayam” yang lain. Continue reading ‘Empat Kuadran Kuliner dan Aplikasinya dalam Bisnis (2 – Price Comparative)’