Bisnis kuliner sangat menyenangkan!
Komentar diatas seringkali tercetus dari pemilik bisnis kuliner yang sukses. Apalagi dengan bulan ramadhan ini, omzet rata-rata rumah makan naik 30 hingga 50 persen. Namun, terus terang saya ikut miris melihat beberapa warung/restoran tetap saja sepi, padahal ditempat lain pebisnis lintang pukang mencari tambahan meja dan kursi untuk konsumennya; dan tetap saja harus menolak banyak tamu yang nggak kebagian meja.
Beberapa bulan yang lalu sempat konsep saya tentang FoodFezt dijiplak habis; dari logo yang mirip, tagline, hingga sampai ke apron (celemek) waiter/waitress pun mirip. Makanan yang dijual? Tentunya juga sama, karena 50% tenant pengisinya pun “membajak” dari FoodFezt. Bahkan sebagian orang mengira bahwa restoran ini merupakan cabang dari restoran saya. Continue reading ‘Bisnis Kuliner dan Baju Baru’